PARADIGMA KONSTRUKTIVISME SEBAGAI ORIENTASI BARU DALAM PEDAGOGIK
Dikompilasi dari tulisan Nyayu Khodijah ( Dosen UIN Raden Fatah Palembang )
Abstrak :
Dalam teori pembelajaran guru
bukanlah seorang ahli, akan tetapi seorang pembimbing. Karena konstruktivisme
adalah bagaimana membuat tahu dan mengetahui, sehingga sangat tergantung dari
intern individu dalam proses ini. Seorang siswa dalam pembelajaran, sangat
tergantung dengan kondisi internal dan mentalnya.
Hal ini sangat berbeda jauh
dengan objektivisme yang memandang sebuah realitas adalah tergantung kondisi
eksternal dari individu. Untuk itulah yang menajdi perbedaan disini adalah
realitas sehingga membuat siswa dalam proses pembelajaran menjadi lebih
realistis dan lebih bermakna. Akan tetapi, paradigma kontruktivisme bukanlah
hal yang baku dalam proses pembelajaran, masih banyak paradigma ilmu lain
tentang pembelajaran. Karena, konstruktivisme bukan teori pembelajaran
melainkan teori yang mengusulkan pendekatan mengajar yang memberikan kesempatan
pada pemelajar untuk mengalami secara kongkrit dan berarti secara kontekstual
melalui pencarian pola-pola, pemunculan pertanyaan sendiri, dan pengkonstruksian
model, konsep, dan strategi mereka sendiri. Ruang kelas dipandang sebagai
miniatur masyarakat, yaitu komunitas pemelajar yang terlibat dalam aktivitas,
diskursus, dan refleksi.
Kata kunci : konstruktivisme,
Pembelajaran