Dalam
pembelajaran, umumnya guru efektif
dalam tahap melihat kembali peristiwa yang terjadi.. Guru juga cenderung mengadopsi
cara-cara reaktif. Guru senang berdiskusi, mendengarkan pendapat orang lain
sebelum membuat keputusan. Dalam kegiatan pembelajaran, mereka lebih suka
untuk melakukan riset sebelum bertindak, tidak suka untuk langsung melakukan
uji coba dan memimpin. Untuk melakukan presentasi sekalipun, mereka
‘takut’ apabila tanpa persiapan yang matang.
36px;">
Ada dua sikap yang dipertimbangkan oleh guru dalam mencermati sikap tindakan dalam pembelajaran yaitu :
Teoretis
Teoretis,
senang menganalisis dan mensintesiskan serta menciptakan model dan sistem.
Mereka senang memilah dan menggolongkan fakta untuk dicocokkan dengan suatu
skema rasional. Mereka senang bekerja melalui tahapan-tahapan yang
sistematis. Mereka cenderung menjadi perfectionist dan menolak
keputusan dan tindakan intuitif yang tidak sesuai dengan pendekatan logis.
Dalam
pembelajaran, teoretisi berada pada tahapan menyimpulkan . Teoretisi bisa
belajar secara reaktif ataupun proaktif. Mereka sama dengan reflektor, tetapi
lebih senang meletakkan proses pembelajarannya pada konteks model atau teori.
Mereka merasa tidak nyaman apabila tidak terstruktur atau disajikan secara
tidak terorganisasi, atau apabila tidak mengandung bobot intelektual.
?php>
